guru juga pahlawan
Guru…. “JUGA PAHLAWAN”
TERPUJILAH WAHAI ENGKAU IBU BAPAK GURU NAMAMU AKAN SELALU HIDUP DALAM SANUBARIKU….
Para pelajar SMP atau SMA mungkin tidak banyak yang tahu kalau tanggal 24 November kemarin adalah Hari Guru Nasional. Hal ini di kejutkan ketika upacara bendera hari senin kemarin mengadakan peringatan dalam rangka hari Guru nasional banyak orang berkata guru adalah “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”
Kurang lebih 12 tahun kita menerima pengajaran dari Guru. Mulai Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas. Beragam ilmu dan bermacam pengetahuan kita terima. Nasihat, tuntunan bahkan omelan kita rasa di bangkau sekolahan. Beban berat memang berada di pundak Guru. Mengajar, mendidik, menuntun calon-calon pemimpin bangsa yang nantinya akan bertanggung jawab atas kelangsungan bangsa di masa yang akan datang.
Di tengah kontroversi mengenai kualitas pendidikan Indonesia yang menurun drastis bila dibandingkan era 80 an, ketika pendidikan Indonesia menjadi tauladan. Mungkin kita juga harus menyisihkan waktu sejenak untuk memikirkan kualitas hidup Guru yang menjadi tulang punggung perkembangan pendidikan.
Bukan wacana baru memang, dari jamannya Oemar Bakrie sampai sekarang. Tapi ini tetap jadi kenyataan pahit yang harus dihadapi. Contoh nyata, berapa banyak Guru yang harus meminjam di Bank demi mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari dan merelakan gaji bulanannya dipotong untuk cicilan pinjaman demi kebutuhan.
Ironis memang, seorang guru yang berkewajiban untuk mengajar di kelas. Terpaksa meninggalkan kewajibannya tersebut untuk mencukupi kebutuhan hidup yang tidak bisa dicukupi, hanya dengan mengandalkan gaji bulanan saja. Siapa yang salah…… ?
Seorang Guru tetaplah seorang Guru. Seorang yang patut untuk dituruti dan diteladani yang telah menuntun kita dari tidak tahu menjadi tahu. Selamat hari guru semoga membawa dunia pencerahan yang baru. (Redaksi)