“O P T I M I S” dalam Langkah Alhamdulillah.. atas rasa nikmat penuh cinta untuk tetap terus berkarya, tidak sempat ucap selamat tahun baru dengan seiring perjalanan waktu yang di 1430 H dan 2009 M semoga dengan kesabaran penuh lapang, tenang, senang menjadi lebih riang untuk terus mengibarkan kekreatifitasan dalam berkarya. Akhirnya jadilah dengan bangga redaksi bisa menampilkan karya mungil pengibur lara, tidak di sadari ternyata begitu besar pengorbanan yang harus di jalankan untuk menjadi lebih baik. Ibarat ilmu fisika proses perlu rangkaian, rangkaian waktu, usaha, sabar, ikhti ar dan berdoa. Semacam ini semoga lebih baik kemudianya. Tiada kata lagi selain tetap optimis dalam langkh, kami nykini akan kurangnya kemampuan redaksi. Meskipu demikian awal adalah proses tidak mudah menjadi dewasa jiwa belum mengawali pembelajaran. Redaksi akan berusaha ibarat bayi, ketika jatuh bangun lagi dan bangun lagi, karna itu semua untuk awal menuju lebih baik. Mungkin hanya sedikit yang bisa di sajikan semoga bermanfaat dan menjadi daya trik untuk tampil dan berkarya, paganglah sebuah pedoman sambil belajar kita berkrya…. Selamat membaca. ( Redaksi )
Selamat Tahun Baru
Selamat datang Di Web kami ..
jalin silaturohim, dengan kerukunan
dalam kebersamaan

Awal tak Berujung
Terbayang, bagaimana bila sesuatu itu tidak memiliki awal dari dirinya sendiri, tentu sesuatu itu tidak ada atau hanya angan – angan saja. Sebuah harapan, cita- cita, atau hal lain yang ingin ada wujudnya, te ntu harus didasari pada awalnya. Awal, memang tiada ujung. Kepintaran, kekayaan, sampai pada proses penciptaan manusia, merupakan suatu bagian hasil dari perdebatan antara awal dan tidaknya sesuatu. Charles darwin dengan teori evolusinya, adalah sekian contoh optimalisasi nalar tentang pemahaman awal sebuah sesuatu. Tidak terbayang, bagaimana awal sesuatu itu terwujud, tentu dengan adanya daya dan upaya manusia itu sendiri. Bukan hanya menggantungkan pada awal dan usaha pihak lain. Sebagai mana Allah memesankan kepada makhluknya berwujud manusia, sesungguhnya tidak akan dirubah nasib seorang atu komunitas orang apabila tidak mau merubah dirinya sendiri.Disini, posisi takdir yang merupakan awal proses perjalana manusia berposisi sebagai katalisator keggalan pencapaian saja. Mana kala awal kita baik, sesungguhnya itulah awal dari kita, karena kitalah yang merubah atas seizin sang maha kuasa. Awal pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah anda.
guru juga pahlawan
Guru…. “JUGA PAHLAWAN”
TERPUJILAH WAHAI ENGKAU IBU BAPAK GURU NAMAMU AKAN SELALU HIDUP DALAM SANUBARIKU….
Para pelajar SMP atau SMA mungkin tidak banyak yang tahu kalau tanggal 24 November kemarin adalah Hari Guru Nasional. Hal ini di kejutkan ketika upacara bendera hari senin kemarin mengadakan peringatan dalam rangka hari Guru nasional banyak orang berkata guru adalah “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”
Kurang lebih 12 tahun kita menerima pengajaran dari Guru. Mulai Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas. Beragam ilmu dan bermacam pengetahuan kita terima. Nasihat, tuntunan bahkan omelan kita rasa di bangkau sekolahan. Beban berat memang berada di pundak Guru. Mengajar, mendidik, menuntun calon-calon pemimpin bangsa yang nantinya akan bertanggung jawab atas kelangsungan bangsa di masa yang akan datang.
Di tengah kontroversi mengenai kualitas pendidikan Indonesia yang menurun drastis bila dibandingkan era 80 an, ketika pendidikan Indonesia menjadi tauladan. Mungkin kita juga harus menyisihkan waktu sejenak untuk memikirkan kualitas hidup Guru yang menjadi tulang punggung perkembangan pendidikan.
Bukan wacana baru memang, dari jamannya Oemar Bakrie sampai sekarang. Tapi ini tetap jadi kenyataan pahit yang harus dihadapi. Contoh nyata, berapa banyak Guru yang harus meminjam di Bank demi mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari dan merelakan gaji bulanannya dipotong untuk cicilan pinjaman demi kebutuhan.
Ironis memang, seorang guru yang berkewajiban untuk mengajar di kelas. Terpaksa meninggalkan kewajibannya tersebut untuk mencukupi kebutuhan hidup yang tidak bisa dicukupi, hanya dengan mengandalkan gaji bulanan saja. Siapa yang salah…… ?
Seorang Guru tetaplah seorang Guru. Seorang yang patut untuk dituruti dan diteladani yang telah menuntun kita dari tidak tahu menjadi tahu. Selamat hari guru semoga membawa dunia pencerahan yang baru. (Redaksi)
geliat kemajuan lewat Multimedia
Geliat Kemajuan Lewat Multimedia
Banyak orang beranggapan Media adalah alat yang pas dan sangat penting serta dibutuhkan oleh semua orang terutama bagi pelajar untuk dapat meningkatkan prestasi penunjang belajar. Dengan di sertai beberapa pendukung dengan adanya sarana dan prasarana yang telah di terapkan oleh sekolah. Dengan bermunculan beragam jenis media SMA 1 Nalumsaripun tidak ingin anak didinya merasa gaptek (gagap teknologi) maupun Telmi (telat menangkap teknologi) Dengan demikian SMANENA menyediakan beberapa media meskipun terbatas jumlahnya, diantaranya adalah buku penunjang belajar (perpustakaan), media-media seperti majalah, koran, bulletin bahkan muncul salah satu media yang merupakan suatu hal yang baru dan lebih berkembang pesat dalam belajar yaitu, Multimedia yang didukung dengan ruang yang nyaman dan tenang.serta alat-alat pembantu seperti, LCD Proyektor, DVD Player, Amplifier, Tape Recorder, I set omputer. Dan adanya prasarana pendukung lainya dalam ruang Multimedia diantaranya adalah ruang berlantai, tersedia kipas angin, panggung TV, Almari, Meja besardan kecil, kursi,CD mata pelajaran serta buku penunjang belajar sehingga nyaman sebagai aktifitas belajar untuk lebih mendukung dan menambah semangat belajar menuju perbaikan dengan meningkatkan prestasi belajar baik secara Akademik maupun non Akademik.Selain itu Multimedia dapat juga sebagai alat komunikasi, berinformasi, ajang pengembangan diri, bahkan bisa jadi sebagai “kencan” bagi para murid-murid SMANENA. Meskipun banyak juga masyarakat setempat beranggapan menyebut dengan karakteristik “Kampungan”, namun tak begitu masalah untuk diperdebatkan status keberadaanya. Pelan tapi pasti, itulah harapan perkembangan sekolah yang digawangi Bapak Edi itu, untuk melengkapi ketersediaan media.Dengan adanya media yang ada serta didukung dengan sarana dan prasarana yang kian tercukupi, guru dan siswa saling berinteraksi dan lebih mengenal serta mengetahui tentang perkembangan teknologi, supaya murid tidak lagi berprinsip datang, duduk, diam, atau juga hanya kenal kampung, kelas, kantin, kakus, kaca, bahkan kencan. Kinipun dari pihak sekolah berharap supanya siswa dapat kritis dan kreatif dalam hal selalu mendepankan kemajuan dan pemberdayaan masyarakat sekolah
puisi
Pelantunan Do’a
Aku memohon sedikit waktu untuk berpuas diri Bercumbu denganmu, segala tugas yang berada Baca entri selengkapnya »
wajah Baru Tim Redaksi cakra
Wajah Baru Tim Redaksi Cakra
Cakra adalah salah satu media wacana yang berada di SMAN I Nalumsari serta menjadi hubungan dengan osis dalam hal apresiasi kesenian. Awalnya, media ini hanya asal nyoba namun dengan perubahan serta waktu yang mendukung, akhirnya buletin Cakra dapat diterima meskipun masih berbentuk selembaran kertas.Dengan kehadiran murid baru pada tahun 2007, pimred lama merumuskan untuk merubah redaksi lama ke redaksi baru yang di antaranya dengan dikendali oleh kelas X.Terpilihlah diantaranya, Nindya sebagai pimred, Anisa dan Nurul sebagai sekretaris. Pandini, Fahmi, Tika menjadi reporter. Redaktur operasional oleh Edi dan Fitroh (bidang Sastra). Semua adalah wajah–wajah yang baru di tim redaksi Cakra. “mereka adalah sosok yang nantinya bisa diharapkan untuk membawa sebuah perubahan serta perkembangan bersama dalam menciptakan karya yang membangun kebersamaan. (Nindya ”Pimred”)
ekspose osis
OSIS 2007
ALUMNI SMA N 1 Nalumsari 2008
” semoga Sukses “
Amin …
osok Tokoh
”AMBALAN SMANENA”
Sosok pahlawan Indonesia Dewi Sartika dan Pangeran Antasari telah diambil sebagai nama AMBALAN kita, SMAN I Nalumsari.
Cerita rindu
Zullya Biangkeroknya…!
Saat itu angin pagi berhembus merasuk ke dalam dada, dan seluruh tubuh dengan merambat serta mengintip lewat jendela kelas, entah ada apa tiba-tiba alias tak seperti biasa aldy merasa berbeda pada hari biasa, dengan kesegaran embun pagi langsung menyibukkan untuk mempersiapkan kegiatan Pelatihan Jurnalistik di jepara, aldy seorang pelajar SMA Nusa (Bahasa) yang sering saja mendapatkan juara di kelasnya. Sesaat bersantai ia di hampiri Pak juky guru pembimbing (BK). Dengan keisengan pak Juky bercanda berbicara tentang “Fenomena cinta monyet di dalam sekolah”. Maklum perjaka saling pengertian antara aldy dan pak juky. Pak juky guru perjaka tua sedangkan aldy sang JOMBLO setia. Keinginan pak juky paling tidak keberanian sebuah pengalaman aldy untuk bercinta kepada seorang wanita.
Pak juky menatap aldy, dy kenapa sih ga’ cari pacar aja?”tanya pak juki.
Gini pak, sekarang ini belum memikirkan hal itu, pacaran itu sia – sia. “Jawab aldy dengan tegas”. Tapi teman – teman kamu kan sudah punya semua, kenapa kamu ndhak, ini kalau kamu mau, ada siswi bernama zullya angkatan bawah lho sekolah di sini. Buat lho pasti cocok deh “balas gurunya”.Sesaat dengan tidak sengaja bertemu di ruang rapat OSIS melihat dengan kekhawatiran aldy penasaran, “siapa Zullya?, zulya itu siapa?”. Diforum acara resmi tiba – tiba muncul siswi untuk bertanya sambil mengucap namanya “Zullya”, dengan kerapian, kesopanan, serta tutur kelembutan bahasanya di tambah menawan dilengkapi kerudung putih di kepalanya, terkaget aldy melihatnya di amati dengan dekat gadis itu manis, indah nan sexy ketika senyum terpancar mak nyus…di hati aldy.
“Hai bro, pagi ini lho jangan lupa dapat undangan nyisi latihan Jurnalistik di OSIS SMA jepara”, “tanya jarwo, teman akrabnya.” Dengan tegas memberi tahu.
“Lho kenapa bro?, kok kelihatanya senang sekali muka elo berseri – seri lagi!”, dapat Lotre kepala sekolah nya?. “ sambil mengledek si aldy”. “Gini wo, gua ga’ dapat lotre tapi lebih dari pada dapat lotre, “wah, dapat harta karun”. N0… no… gua lagi nemuin pujaan hati gua wo?”. Jarwo tertawa berbahak – bahak melihat ulah sobatnya. Tidak seperti biasanya ia demikian. Jarwo kemudian mendekati lalu menepukan tanganya di punggung aldy “emangnya siapa sih pujaan hati lho itu yang membuat luluh sobat gua sampai menjadikan Lho ta’ sadarkan diri seperti ini?”. “Lho pasti kagum wo, ketika melihatnya langsung”, ku jatuh cinta kepadanya saat pertama bertemu meskipun tiada satu orang pun yang tahu, Benar kata orang cinta memang indah, sambil berhayal aldy. “Gua penasaran nih” balas jarwo.
“Slowdown baby santai aja lagi… dia itu Zullya angkatan bawah kita bro, aldy menjawab.
Berarti lho langsung suka gitu aja nih dengannya, pesen gua sih lho jangan dulu deh suka sama dia, jangan sampai lho nyesel bro ingat!. Tapi sekarang lho cepetan ke SMA jepara sudah di tunggu masa’ masih sibuk nyurusin cewek ga’ Idealis kan? ingat prestasimu bro gua ta’ ingin melihat prestasi lho jeblok “tambah jarwo dengan serius”.
Enjoy bro gua tahu kok kewajiban gua ini “tambah Aldy” lalu langsung Lest go!.
Hari demi hari telah di tempui dengan penuh kegelisahan, pusing rasanya isi otak seakan ingin pecah bagaikan gempa yang berguncang.
“Elo, kenapa lagi sih bro – bro, sukses lho dengan Zulya?” jarwo bertanya. Dengan kelesuan hati di meja aldy merasa sakit.
“Payah bro, dulu kamu sendirikan yang berbicara buat apa bercinta menyiakan waktu ternyata lho sendiri malah inkar, tambah Jarwo seakan prihatin. Gua frustasi berat bro, jawab Aldy. “ hari gini man frustasi, sahut Jarwo”. Gua frustasi, cinta gua sia – sia bro, “pupus lah sudah” hilang semua harapan ku denganya. “Lho di tolak bro”, bukan bro tapi gua menyadari bahwa kekeliruan gua saat ini, cintaku memang ucapan orang
kampungan, indahnya kenangan hanya bertepuk sebelah tangan, namun malah zullya mengecewakan dan lebih menyakitkan, dengan bebas tanganya melanggar syariat, menahan sakit, dan pahit. Ku sungguh tak percaya dirimu cepat berubah.
“kacian deh lho, sambil menggelengkan kepala Jarwo bercanda !”Setelah gua bertemu langsung denganya awalnya gua nyakin dengan Zullya, tapi dia sudah ada yang punya bro? “jawab Aldi” ia sering di jumpai oleh cowok – cowok muda serta dengan bebas dia melanggar syariat bahkan ia juga sering di ajak cowoknya pergi ternyata pilihan Pak juky salah” aku pun bodoh bisa tertipu o..oh..no..” mungkin ini memeng jalan takdirku, semoga tuhan akan mengirimkan kekasih yang baik hati dan mencintai aku apa padanya bro,. “Gua dengar prestasi lho semakin hancur, benar bro? kenapa semua bisa begitu, sungguh terlalu kau! katanya Enjoy aja lagi …. enjoy terus… terus”sambil ngeledek” jarwo ke aldy. Semua karena gua terlalu menggilai zullya prestasi gua jadi kocar- kacir, ga’ bisa lagi ngeluarin ide-ide yang brilian lagi semuanya berantakan olehnya setiap detik terbayang Zullya, mau makan, tidur terbayang wajahnya. Sekarng gua percaya jodah ga’ kemana, mungkin ini adalah sebuah pelajaran buat gua. “gua kagum bro sama lho, jarwo menambahi”. Sekarang wo, kita hilangkan semuanya dengan lapang dada mari kita mulai dengan membuat prestasi baru, “dengan semangat Aldy dan jarwo” lalu pergi dari bangkau untuk bersaing menjadi yang berprestasi di sekolahnya.
Oleh : (Muh. Syaifudin) Pemimpin Umum Santri AL- MUNA Mayong & IPNU Pringtulis, pernah aktif di ForKLAP

